Peristiwa monas memang sempat membuat gejolak di beberapa elemen masyarakat Indonesia, beberapa pihak memprotes keras terhadap kejadian dan tindak kekerasan yang terjadi yang melibatkan Aliansi Kebangsaan dan FPI. Bahkan ada beberapa ormas Islam yang kemudian menyiapkan diri secara fisik menyatakan siap berperang untuk membubarkan FPI, namun tidak sedikit pula elemen masyarakat yang tetap membela keberadaan FPI. Jelas ini membutuhkan kearifan dan kesabaran bagi semua pihak termasuk para pemimpin ormas-ormas untuk menghentikan segala konflik dan mencegah perpecahan antar umat.

Dua ormas besar Islam, yaitu NU dan Muhammadiyah mengeluarkan instruksi dan maklumat berkaitan dengan peristiwa monas tersebut. PBNU dalam instruksinya meminta segenap warga NU se Indonesia untuk tidak melibatkan diri terkait dengan peristiwa itu. Sedangkan PP Muhammadiyah dalam maklumatnya juga menyatakan sangat prihatin dengan adanya kecenderungan sebagian kelompok yang memilih menggunakan tindak kekerasan, anarki dan teror sehingga bisa mengancam ketertiban, keselamatan dan hajat hidup orang banyak.

Dalam instruksinya PBNU akan menyerahkan semua bentuk permasalahan yang didalamnya terdapat tindak kekerasan kepada pihak yang berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku, selain itu PBNU juga menyerukan agar semua warga NU tidak mudah terprovokasi untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk. Sementara PP Muhammadiyah dalam maklumatnya mengingatkan semua elemen bangsa, bahwa dalam memperjuangkan suatu aspirasi tidak dapat dilakukan dengan kekerasan dan anarki.

Dari maklumat yang dikeluarkan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, dapat dipastikan kedua ormas ini sangat merasa terusik dengan peristiwa monas berikut dampak yang kemudian mengikutinya. Kehidupan umat Islam di Indonesia sedikit banyak terganggu karena salah satu pihak yang terlibat dalam peristiwa monas itu menggunakan atribut Islam. Menggunakan cara-cara kekerasan yang cenderung anarki, yang sesungguhnya bertentangan dengan misi Islam sebaga “Rahmatan Lil’alamien“. Sebagai agama perdamaian yang menyemai kerahmatan bagi semua penghuni alam.

Agama Islam secara tegas menyerukan kepada seluruh umatnya untuk melakukan “Amar ma’ruf nahi munkar“, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tetapi dalam mengimplementasikannya tidak boleh dengan menggunakan paksaan. Tidak boleh memaksa seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan kebaikan. Dan sebaliknya juga tidak boleh memaksa seseorang atau sekelompok orang untuk menjauhi kemungkaran. Cara-cara seperti itu justru berlawanan atau bertentangan dengan misi menyebarkan kerahmatan secara damai sesuai dengan arti dan makna yang terkandung dalam kata “Islam”.

Dikalangan pemeluk agama apapun memang sangat dimaklumi adanya sekelompok orang yang cenderung menganut haluan keras. Memperjuangkan aspirasi keagamaannya dengan cara-cara yang menjurus ke arah kekerasan dan tidak jarang menjurus ke anarki. Demikian pula di Agama Islam, ada sekelompok orang yang terkesan kurang memiliki jiwa kesabaran dalam melaksanakan “Amar ma’ruf nahi munkar“, dan lebih cenderung mengedepankan kata dan perbuatan yang mengarah ke tindak kekerasan dan anarki.

Semua kejadian pasti ada hikmahnya, pasca peristiwa monas merupakan momentum yang baik bagi umat Islam Indonesia secara keseluruhan untuk melakukan instropeksi serta muhasabah. Mengapa kita harus instropeksi?, karena kita dihadapkan dengan satu pertanyaan, mengapa sampai ada diantara sekelompok umat yang lebih memilih berdakwah dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh Islam, bukankah itu bisa merusak nama Islam sendiri, bukankah masih ada cara-cara lain yang lebih mengedepankan perdamaian, percayalah bahwa sesuatu yang keras jika dilawan dengan kekerasan maka dia akan bertambah keras, tapi sesuatu yang keras bila dilawan dengan kelembutan maka Insya Allah akan akan melembut juga, mereka (Ahmadiyah) hanyalah orang-orang tersesat yang wajib kita luruskan. Selain Instropeksi kita juga wajib melakukan muhasabah, membuat perhitungan atau kalkulasi untung rugi serta manfaat dan madlaratnya bila sampai mengimplementasikan “amar ma’ruf nahi munkar” dengan kekerasan yang menjurus ke anarki.


  1. artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/introspeksi_semua_elemen_masyarakat_pasca_peristiwa_monas

    anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  2. roemahku

    Terimakasih juga buat http://www.infogue.com yang sudah mempublikasikan tulisan ini




Leave a Comment