Sebentar lagi tahun ajaran baru sekolah akan dimulai. Hal ini ditandai dengan banyaknya spanduk dan pamflet dijalan-jalan yang menginformasikan tentang penerimaan siswa atau anak didik baru. Dalam hal ini orang tua yang ingin mencarikan sekolah untuk putra-putrinya harus berhati-hati dalam memilih sekolah. Jangan sampai orang tua keliru dalam memilihnya, sebab nanti akan berakibat buruk terhadap putra-putrinya.

Sekolah merupakan lingkungan bergaul kedua setelah keluarga. Di sana anak akan berjumpa dengan teman-teman baru dari latar belakang yang berbeda-beda. Untuk menghindarkan anak dari tingkah laku yang kurang baik, maka harus ditempatkan disekolah yang baik pula Rasulullah saw bersabda: “Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, oleh sebab itu, hendaklah ada diantara kalian memperhatikan siapa orang yang ia temani” (HR. Tirmidzi).

Kata agama dalam hadits tersebut diartikan sebagai suatu perilaku atau akhlak. Jika seorang anak berteman dengan seorang yang akhlaknya jelek, maka perilakunya pun akan menjadi jelek. Tapi sebaliknya apabila seorang anak berteman dengan seorang yang berakhlak baik, maka perilakunya pun menjadi baik. Ibnu Makaswih dalam kitabnya yang berjudul Tahdzibul Akhlak mengemukakan bahwa jiwa anak-anak itu masih suci, belum mempunyai coretan-coretan atau gambaran apapun dan belum mempunyai suatu paham, ide atau cita tertentu yang menjadi kecenderungannya. Jika jiwa yang dimiliki itu dicoreti dengan suatu lukisan atau gambaran tertentu lalu langsung diterimanya, maka ia akan berkembang selanjutnya menuruti kebiasaan yang akan selalu dilakukannya.

Orang tua yang menginkan suatu amalan yang kekal lagi shalih dan mendapatkan pahala dari Allah SWT ialah orang tua yang senantiasa mampu mendidik ataupun menyekolahkan anaknya di tempat yang baik. Hal ini bertujuan supaya seorang anak nantinya dapat menjadi anak yang shalih dan shalihah. Allah SWT telah berfirman: “harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi:46).

Sekolah yang baik bukan berarti harus negeri ataupun yang telah bertaraf internasional, akan tetapi sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu memberikan pendidikan secara menyeluruh dan seimbang, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat. Selain itu, sekolah lebih berfungsi sebagai suri tauladan untuk siswa-siswanya dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar, beribadah, bergaul, bertutur kata, dan bermasyarakat.

Berikut ini adalah beberapa kriteria sekolah unggulan.

  1. Mempunyai pendidikan agama yang baik,

Kriteria sekolah unggulan yang pertama ialah terkait masalah pendidikan agama Islam. Sebab pada dasarnya tujuan sekolah adalah untuk menanamkan nilai-nilai moral dan menghilangkan kebodohan. Pendidikan agam Islam disini mempunyai peranan sangat penting yaitu sebagai salah satu sarana terbaik dalam membentuk watak dan kepribadian peserta didik, serta membangun moral bangsa, sehingga menciptakan suatu masyarakat yang berakhlak mulia. Selain itu pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang mengajarkan hablun minallah wa hablun minnanas yakni hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik terhadap sesama manusia. Allah SWT telah berfirman : “hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yeng keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim:6).

Dalil-dalil di atas mengandung pengertian bahwa kita disuruh menjaga diri dan keluarga kita dari api neraka, salah satunya yaitu dengan memberikan pendidikan agama Islam kepada putra-putri kita, seperti perintah melaksanakan shalat dan berakhalkul karimah. Adapun tujuan dari pendidikan agama Islam adalah:a. Meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT; b. Beribadah hanya kepada Allah SWT; c. Berakhlak mulia; d. Mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat.

Dengan demikian jelaslah sudah bahwa untuk memilih sekolah unggulan salah satu syaratnya ialah pendidikan agama Islamnya harus baik dan optimal, karena pendidikan agama Islam merupakan pengendali tingkah laku seseorang.

  1. Mempunyai prestasi akademik dan non akademik

Kriteria sekolah unggulan yang kedua yaitu prestasi sekolah yang bersangkutan, baik itu dari prestasi akademik maupun non akademik. Prestasi akademik adalah prestasi yang terkait dengan materi pelajaran sekolah, seperti nilai-nilai hasil ujian maupun lomba-lomba olimpiade mata pelajaran sekolah. Sedangkan prestasi non akademik ialah prestasi yang berada diluar materi pelajaran sekolah, seperti lomba olahraga, pramuka dan kegiatan ekstra lainnya. Semakin banyak prestasi yang didapatkan oleh sekolah, maka semakin baik pula keadaan sekolah tersebut. Selain itu keadaan prestasi juga dapat menentukan bagaimana system pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut. Apakah masih bersifat konvensional (tradisional) ataukah sudah lebih modern.

  1. Mempunyai sarana dan prasarana yang memadai

Dalam sekolah sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen yang dapat menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai, pembelajaran akan berlangsung lebih baik dan optimal. Sarana disini adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang jalannya belajar dan mengajar di sekolah. Misalnya gedung, ruang kelas, alat-alat peraga, dan media pembelajaran. Sedangkan prasarana yaitu fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar sekolah, seperti halaman dan lapangan sekolah. Apabila suatu sekolah mempunyai sarana dan prasarana yang memadai, maka Insya Allah proses belajar mengajarnya pun akan berlangsung dengan baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kriteria sekolah unggulan ialah memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

  1. Mempunyai guru dan karyawan yang mumpuni

Selain beberapa kriteria di atas, suatu sekolah dikatakan unggulan apabila sekolah memiliki guru dan karyawan yang mumpuni. Guru dan karyawan dalam lembaga pendidikan sangat berperan penting dalam menentukan keberhasilan sekolah. Guru bertugas untuk mendidik, membina, mengarahkan, dan menyampaikan pelajaran kepada siswa. Sedangkan karyawan bertugas dalam bidang administrasi sekolah, melingkupi segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan sekolah.

Sumber : Risalah Jumat, diterbitkan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY


Leave a Comment